Pembangun Karakter Manusia

Sering kali kita mendengar kata karakter dalam setiap kehidupan kita. Baik itu di setiap pelatihan-pelatihan yang ada maupun pembicaraan teman-teman psikologi yang membicarakan karakter manusia. Yang kita ketahui selama dari teman-teman psikolog adalah bahwa karakter dapat diketahui melalui test-test psikotest yg kita lalui. Namun sebenarnya kita sendiri dapat membangun karakter pada diri kita. Hanya saja kita telah melupakan pembangun karakter manusia. Sedikit saya akan menyampaikan poin2 pembangun karakter manusia untuk meledakkan potensi yang ada pada diri kita.

1. Ruhiyah
Ya ini merupakan hal yang terpenting dalam diri manusia. Karakter seseorang tidak akan baik bila ruhiyah seseorang itu buruk. Misalnya orang yang tidak pernah melakukan ibadah dengan yg rutin melaksanakan ibadah, sangat berbeda karakternya. Santun, sopan, kuat, baik hati, dan rendah diri adalah karakter orang2 yg rutin beribadah. Egois, sombong,congkak, dll adalah karakter orang2 yg tidak pernah beribadah. Kenapa bisa berbeda? karena orang yg taat beribadah menunjukkan bahwa ia adalah manusia yg bergantung pada Rabb-Nya. Setiap aktivitasnya hanya untuk mengharap Ridho Allah. Setiap aktivitasnya dilihat oleh Rabb-Nya sehingga ia selalu tawadhu dalam beraktivitas, dimanapun ia diposisikan di jabatan.
Bagaimana caranya agar Ruhiyah kita mantap? Berikut ini tipsnya
a. Sholat Wajib Berjama’ah di Masjid
b. Tilawah Alqur’an tiap hari setelah Sholat Wajib
c. Puasa Sunnah Senin-Kamis
d. Sholat malam / Qiyamul Lail
e. Berinfak tiap pekan
f. Baca buku Islami
g. Silaturahim

2. Jasadiyah
Setiap kita diberikan tubuh untuk melakukan aktivitas. Terlepas dari kekurangan pada fisik kita, ianya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangun karakter manusia. Kenapa bisa? karena disetiap tubuh yang kuat terdapat karakter yang kuat juga. Jika kita mendengar cerita para sahabat Rasulullah, mereka adalah orang2 yang sangat kuat fisiknya, bukan yang lemah fisiknya. Karena mereka menyadari bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang kuat fisiknya. Bukan yg lemah seperti orang yg tidak bertenaga, tidak bersemangat, sehingga aktivitasnya setiap harinya sekedar saja, tidak bernilai.
Ini menjadi cambuk bagi kita kaum muslimin. Untuk menjadi karakter yang kuat perlu kuat juga secara fisik. Mari kita mulai dari kita sendiri untuk memperkuat jasadiyah kita dengan berolahraga. Baik itu di tempat fitnes, bersepeda, berjalan kaki, berenang, maupun berlari. Mari kita aktifkan aktivitas kita dengan yang dapat memperkuat jasadiyah kita, agar dapat membangun karakter yang kuat juga.

Masih ada 2 lagi yang akan saya jelaskan, yaitu Hati dan Akal. Pagi ini cukup 2 ini dulu. Ntar disambung berikutnya. Maaf bila tulisannya kurang bagus. Lagi belajar menulis nih. Semoga bermanfaat.

follow me on twitter : @muftivariz
skype    : muftivariz

salingsapa.com : muftivariz

facebook  : Mufti Fathonah Muvariz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *