Berusaha Menjadi Lebih Baik 1

Setiap kita pasti ingin menjadi yang terbaik. Baik itu terbaik di kelas, antara teman, angkatan dan terbaik disetiap kerja dan aktivitas kita. Keinginan ini merupakan fitrah kita sebagai manusia bahwa kita mempunyai kecendrungan untuk melebihi kapasitas orang biasa. Bisa menjadi juara event nasional, maupun internasional. Bisa juga terbaik dalam perusahaan tempat kita bekerja.

Kalimat “menjadi yang terbaik” ini merupakan salah satu penyemangat di setiap aktivitas kita. Ianya adalah pemicu gerak badan untuk dapat menghasilkan karya yang terbaik. Tapi kalimat ini masih ada kelemahannya dibandingkan dengan kalimat “menjadi lebih baik”. Sekilas dua kalimat ini tampak sama, namun mempunyai makna yang berbeda. Dimanakah letak perbedaanya ? Berikut pemaparan dari perbedaan 2 kalimat tersebut.

1. Menjadi yang Terbaik
Aktivitas yang kita lakukan perlu adanya penyemangat dan motivasi dari diri sendiri. Salah satu bentuk motivasi diri adalah selalu mengucapkan kalimat “menjadi yang terbaik”. Kalimat ini ternyata sangat ampuh untuk memberikan dorongan pada diri ini untuk dapat menghasilkan karya yang terbaik. Baik dalam bekerja maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Namun kalimat ini ternyata masih ada kelemahannya.
a. Tujuan yang singkat
Capaian yang diinginkan hanya sebatas pada tujuan saja. Niat dari awal hanya untuk menjadi terbaik atas tujuan yang ingin dicapai. Misalnya menjadi yang terbaik dikelas, maka ianya hanya ingin menjadi yang terbaik dikelas, tidak ada keinginan menjadi terbaik di jurusan apa lagi di kampus.
b. Mengharapkan Penghargaan
Penghargaan yang diharapkan berupa hadiah, kenaikan jabatan, pujian-pujian,dll. Sehingga merasa bahwa dialah yang terbaik dintara orang lain. Mulai timbul benih-benih kesombongan pada diri orang ini. Sombong atas preatasi yang ia dapatkan.
c. Menghalalkan segala cara
Mungkin jarang ditemui untuk hal ini. Namun ada kecendrungan untuk menggunakan segala cara dalam menjadi yang terbaik. Misal di suatu perusahaan. Sering kali kita jumpai orang-orang yang berebut posisi/jabatan yang lebih tinggi. Kadangkala ia menggunakan cara-cara licik dan kotor untuk mendapatkan jabatan tersebut, seperti menebar fitnah tentang saingannya, dll.

add me at skype : muftivariz
linkedin : Mufti Fathonah Muvariz
YM : mufti_oe06
salingsapa : muftivariz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *